Sabtu, 10 Oktober 2015
Terjadinya Konflik Dan Kerja Sama Dalam Proses Interaksi Sosial
Manusia dalam berinteraksi sosial akan terjadi suatu keadaan yang disebut
situasi sosial. Di samping itu juga terdapat rangkaian proses-proses yang tidak
ada batasnya terdiri dari penyatuan dan perikatan yang disebut suasana sosial.
Ada pula interaksi sosial yang disebut asosiatif dan ada pula yang disebut
disasosiatif.
Asosiatif adalah suatu kehidupan di mana pihak-pihak yang berhubungan
dalam tingkat yang sejajar saling ketergantungan, koordinasi, dan kerja sama.
69
Kehidupan asosiatif di masyarakat dengan kekuatan seimbang akan terjadi
suatu kerja sama sehingga akan tercipta kehidupan demokratis, sedangkan
kehidupan asosiatif yang tidak seimbang akan mengubah keadaan demokratis
menjadi diktator atau otokrasi.
Kehidupan disasosiatif di masyarakat dengan hikmat yang tidak seimbang jelas
akan tampak, siapa yang kuat pasti akan menang dan siapa yang lemah akan kalah.
Interaksi sosial di masyarakat adalah hubungan sosial yang dinamis,
menyangkut hubungan antarorang perorang, antara kelompok-kelompok
manusia atau antara orang perorang dengan kelompoknya.
Yang dimaksud bentuk-bentuk interaksi sosial, yaitu bentuk-bentuk yang
tampak apabila orang perorang atau kelompok-kelompok manusia, mengadakan
hubungan satu sama lainnya. Dalam hubungan orang perorang atau kelompok
kemungkinan terjadi kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan
dapat pula terjadi pertentangan (pertikaian) atau konflik. Baik kerja sama,
persaingan, dan pertentangan termasuk bentuk-bentuk interaksi sosial.
1. Terjadinya Konflik/Pertikaian/Pertentangan Dalam Proses Interaksi Sosial
Pertentangan atau konflik adalah proses sosial, di mana orang perorang
atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan
menentang pihak lawan, dengan menggunakan ancaman atau kekerasan.
Dalam pertikaian unsur perasaan memegang peranan penting dalam
mempertajam perbedaan-perbedaan yang ada sehingga masing-masing
pihak berusaha saling menghancurkan.
a. Sebab-sebab Terjadinya Pertikaian
1) Adanya perbedaan pendirian dan perasaan orang seorang yang
semakin tajam sehingga timbul bentrokan perseorangan.
2) Adanya perubahan-perubahan sosial yang terlalu cepat di dalam
masyarakat sehingga menyebabkan terjadinya disorganisasi dan
perbedaan pendirian tentang reorganisasi dari sistem nilai-nilai baru.
3) Adanya perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi pola pemikiran
dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang
bersangkutan. Hal ini akan menimbulkan pertentangan kelompok.
4) Adanya bentrokan tentang kepentingan-kepentingan, baik
perseorangan atau kelompok, misalnya: kepentingan ekonomi,
sosial, politik, ketertiban, dan keamanan.
Contoh: Pertikaian antara buruh dan majikan.
Suatu masyarakat biasanya memiliki alat-alat tertentu untuk
menyalurkan benih-benih pertikaian yang disebut safety valve institutions.
Di dalam alat-alat ini disediakan objek-objek tertentu yang dapat
mengalihkan pertikaian kepada pihak yang bertikai agar perhatian
tersebut dapat tersalurkan ke arah lain.
70
b. Bentuk-bentuk Pertentangan
Menurut Achmadi ada lima bentuk-bentuk pertentangan, yaitu
sebagai berikut.
1) Pertentangan pribadi, yaitu pertentangan yang terjadi di antara orang
seorang sebab masalah-masalah pribadi.
2) Pertentangan politik, yaitu pertentangan antarpartai politik karena
perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan cita-cita politik masing-masing.
3) Pertentangan rasial, yaitu pertentangan kelompok ras yang berbeda karena
kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Misalnya:
terjadinya diskriminasi ras di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.
4) Pertentangan antarkelas sosial, yang disebabkan munculnya perbedaan-
perbedaan kepentingan, misalnya antara buruh dan majikan.
5) Pertentangan yang bersifat internasional, yaitu pertentangan yang
melibatkan beberapa kelompok negara (blok) sebab perbedaan-
perbedaan kepentingan masing-masing.
Contoh: Pertikaian Kaum Hizbullah di Libanon dengan Israel
yang melibatkan beberapa negara besar.
Gambar 3.5
Roket Israel meledak di pinggiran kota Beirut kemarin. Hizbullah segera membalas.
(Sumber: Jawa Pos, 5 Agustus 2006)
c. Akibat-akibat dari Bentuk Konflik Atau Adanya Pertentangan
1) Tambahnya solidaritas dari in-group. Jika suatu kelompok yang semula
tidak kompak, tetapi kalau ada kelompok lain yang mengancamnya
maka solidaritas mereka akan lebih baik.
2) Jika pertentangan itu terjadi antarwarga dalam satu kelompok maka
keutuhan kelompok itu akan goyah.
3) Hancurnya harta benda atau jatuhnya korban manusia pada kedua
belah pihak yang berperang.
71
4) Bila kekuatan kedua kelompok itu seimbang, bisa timbul akomodasi,
tetapi bila tidak seimbang, yang lebih kuat akan mendominasi,
sedangkan yang lemah akan takluk kepada yang menang.
5) Berubahnya kepribadian. Kalau pertentangan terjadi antara dua
kelompok yang berlainan, misalnya Jepang dan Amerika pada
tahun 1942 maka orang seorang akan mengidentifikasikan dirinya
dengan satu kelompok saja, lalu menghadapi kelompok lain yang
dianggap sebagai lawan.
2. Terjadinya Kerja Sama Dalam Proses Interaksi Sosial
Yang dimaksud kerja sama di sini adalah kerja sama antara orang perorangan
atau kelompok manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Kerja sama timbul kalau orang-orang menyadari bahwa mereka
mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama. Pada masyarakat
Indonesia bentuk kerja sama sudah dikenal sejak zaman purba, terkenal
dengan nama gotong royong. Manusia dalam kehidupan sosial, sejak kecil
sudah ditanamkan pola perilaku untuk hidup rukun dengan keluarga dan
masyarakat sekitarnya. Hal ini didasarkan pada pandangan hidup, bahwa
seseorang tidak mungkin hidup sendiri tanpa kerja sama dengan orang
lain. Dengan semangat gotong royong, sering kali diterapkan untuk
mengusahakan kepentingan umum. Suatu bentuk kerja sama akan
berkembang, kalau orang yang terlibat dalam interaksi dapat digerakkan
untuk mencapai tujuan bersama disertai kesadaran, bahwa tujuan itu
di lalu hari memiliki manfaat untuk semuanya. Di samping itu
harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas
jasa yang diterima.
Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama, ada beberapa bentuk kerja sama.
a. Bargaining
Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran
barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.
b. Cooperation
Cooperation, yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru
dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi.
Hal itu adalah salah satu cara untuk menghindari terjadinya
kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
c. Coalition (Koalisi)
Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang
mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Pada mulanya koalisi memang
mengalami kegoncangan-kegoncangan sebab asas dan sifat organisasinya
berbeda-beda. Akan tetapi sebab diikat oleh tujuan yang sama maka
gerak langkah koalisi itu kooperatif.
72
d. Joint Venture
Joint venture, yaitu bentuk kerja sama yang bergerak dalam
pengusahaan proyek-proyek tertentu. Keuntungannya dibagi menjadi
proporsi yang sudah disepakati bersama. Misalnya: joint venture antara
Indonesia dengan PT. Caltex Amerika Serikat dalam proyek pengeboran
minyak bumi.
3. Terjadinya Persaingan (Competition) Dalam Proses Interaksi Sosial
Persaingan terjadi saat orang perorangan atau kelompok manusia
bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu, dengan cara
menarik perhatian publik tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Ada dua macam tipe persaingan, yaitu sebagai berikut.
a. Persaingan yang bersifat pribadi, yaitu persaingan masing-masing orang
secara langsung bersaing, misalnya untuk mendapat kedudukan tertentu
dalam organisasi.
b. Persaingan yang bersifat kelompok, yaitu persaingan antara kelompok yang
satu dengan kelompok lainnya. Misalnya dua kelompok perusahaan
yang bersaing untuk memperebutkan mendapatkan monopoli
pemasaran di suatu wilayah tertentu.
a. Bentuk-bentuk Persaingan
Ada beberapa bentuk persaingan, yaitu sebagai berikut.
1) Persaingan di Bidang Ekonomi
Ditinjau dari persaingan di bidang ekonomi, persaingan timbul karena
terbatasnya penawaran dibanding permintaan. Persaingan
adalah salah satu cara untuk memilih produsen-produsen baik.
Bagi masyarakat sebagai keseluruhan persaingan ini membawa
keuntungan sebab produsen-produsen yang terbaik memenangkan
persaingan dengan cara memproduksi barang-barang dan jasa-jasa
yang lebih baik mutunya, dengan harga yang cukup rendah.
2) Persaingan untuk Mencapai Suatu Kedudukan Tertentu Dalam Masyarakat
Dalam diri seseorang atau dalam kelompok manusia terdapat
keinginan-keinginan yang diakui sebagai seseorang atau kelompok
yang memiliki kedudukan itu. Keinginan itu dapat
terarah pada suatu persamaan derajat, kedudukan, dan peranan
dengan pihak lain atau lebih tinggi daripada itu.
3) Persaingan Dalam Bidang Kebudayaan
Persaingan dalam bidang kebudayaan misalnya pada waktu
orang-orang Barat berdagang di pelabuhan Jepang maka para pendeta-
pendeta agama Kristen berusaha untuk menyebarkan agama itu
di Jepang. Hal yang sama juga terjadi sewaktu kebudayaan Barat,
yang mula-mula dibawa oleh orang-orang Belanda pada akhir abad
73
ke-15, berhadapan dengan kebudayaan Indonesia. Persaingan
dalam bidang kebudayaan dapat menyangkut misalnya bidang
keagamaan, institusi sosial, dan lain-lain.
4) Persaingan Karena Perbedaan Ras
Persaingan sebab perbedaan ras juga adalah persaingan di
bidang kebudayaan. Perbedaan ras sebab perbedaan warna kulit,
bentuk tubuh, corak rambut, dan sebagainya hanya merupakan
suatu perlambang dari suatu kesadaran dan sikap atas perbedaan
dalam kebudayaan. Hal ini disebabkan sebab ciri-ciri badaniah
lebih gampang terlihat daripada unsur-unsur kebudayaan lain.
b. Fungsi-fungsi Persaingan
Fungsi-fungsi persaingan, yaitu sebagai berikut.
1) Persaingan memiliki fungsi sebagai suatu proses sosial dan
membentuk interaksi dalam masyarakat. Dia menyusun suatu cara
pembagian atau distribusi komoditi yang terbatas dalam masyarakat.
2) Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat menuntut pengaturan
tingkah laku individu supaya terjadi persaingan yang sehat. Hal ini
disebabkan sebab persaingan yang tidak diatur, akan mengarah
kepada konflik yang merugikan.
3) Persaingan dapat mendorong dan merangsang individu dan grup
untuk lebih maju. Dalam bidang niaga, persaingan dapat mendorong
peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.
4) Persaingan dapat memiliki daya rangsang dan daya dorong yang
terbatas. Orang yang sudah memutuskan untuk tidak mau terlibat
dalam usaha yang berdasar persaingan, tidak dapat dirangsang
lagi untuk masuk ke dalam persaingan.
K ata Kunci
Kehidupan manusia di muka bumi ini, baik perorangan maupun
kelompok berbeda-beda. Apabila perbedaan-perbedaan yang ada
dipertajam, akan timbul pertentangan (konflik).
74
Tugas
Tugas Individu
Buatlah kliping hal-hal yang berhubungan dengan konflik. Setiap
kliping beri kesimpulan menurut pendapat Anda!
Tugas Kelompok
Bekerjalah dalam kelompok kecil beranggotakan 5 - 7 orang.
Lakukan pengamatan lapangan di pemukiman kumuh yang sering
terjadi konflik!
1. Catatlah aktivitas mereka, mata pencahariannya, dan kondisi
tempat tinggalnya!
2. Analisislah apakah mereka tergolong miskin. Berikan beberapa
alternatif pemikiran untuk mengatasi kemiskinan!
3. Analisislah faktor apa yang sering menyebabkan konflik,
bagaimana pengatasannya?
Diskusikan hasil pengamatan masing-masing kelompok.
Kumpulkan hasil diskusi masing-masing kelompok kepada bapak/
ibu guru untuk dinilai!
Sumber : Sosiologi SMA Kelas X
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar