Sabtu, 10 Oktober 2015
Berkembangnya Keteraturan Sosial
1. Terbentuknya Masyarakat dan Hasrat Manusia
Telah menjadi kodrat manusia, di mana pun manusia bertempat tinggal
di permukaan bumi selalu:
a. berusaha mempertahankan diri dengan maksud untuk mencapai
kelangsungan hidupnya di muka bumi,
b. berusaha mendapatkan lingkungan baik dengan adanya ketertiban,
keamanan, dan kebahagiaan.
Untuk mencapai kehendak kodrat itu maka manusia hidup
bersama-sama dengan manusia lain. Manusia adalah makhluk yang tidak
dapat hidup sendirian, terlepas dari pergaulan. Memang manusia dapat
mengasingkan diri dari sesama manusia, hal itu hanya dapat berlangsung
untuk sementara waktu saja. Pengasingan diri itu disertai dengan
perasaan tertekan dan perasaan yang berat. Seorang ahli filsafat bernama
66
Aristoteles menjelaskan bahwa manusia disebut zoon politicon, artinya
manusia itu adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat.
Terbentuknya masyarakat sebab adanya bermacam-macam hasrat dari manusia itu
sendiri.
Hasrat-hasrat manusia sebagai berikut.
a. Hasrat sosial: hasrat manusia untuk menghubungkan dirinya dengan
individu lain atau kelompok lain.
b. Hasrat bergaul: hasrat untuk bergaul atau bergabung dengan orang-
orang atau kelompok-kelompok lain.
c. Hasrat memberitahukan: hasrat manusia untuk menyampaikan perasaan-
perasaan kepada orang lain.
d. Hasrat meniru: hasrat manusia untuk meniru suatu gejala, baik secara
diam-diam atau secara terang-terangan untuk sebagian atau keseluruhan.
e. Hasrat berjuang: hasrat manusia untuk mengalahkan lawan atau
berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
f. Hasrat untuk mendapatkan kebebasan: hasrat manusia untuk menghindarkan
diri dari paksaan atau tekanan-tekanan.
g. Hasrat naluriah: hasrat manusia untuk melanjutkan keturunan.
h. Hasrat bersatu: hasrat bersatu dengan lainnya agar tercipta kekuatan
bersama, sebab adanya kenyataan bahwa manusia adalah makhluk
yang lemah. Adanya kesamaan keturunan, kesamaan keyakinan, dan
lain-lain menyebabkan timbulnya masyarakat.
2. Perlunya Keteraturan Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat
Manusia dalam hidup bermasyarakat selalu menyesuaikan diri dengan
lingkungannya agar terjadi keserasian yang memberikan kepuasan hidupnya.
Sebagai anggota masyarakat manusia berhadapan dengan lingkungan alam
seperti iklim, tanah, dan sumber alam. Manusia juga berhadapan dengan
lingkungannya yang berwujud manusia juga. Dia berhadapan dengan
sesama manusia yang masing-masing memiliki kemerdekaan pribadi:
kehendak, keinginan, perasaan, dan sifat yang berbeda-beda. Kehidupan
masyarakat perlu keteraturan sosial agar terjadi hubungan selaras antar-
interaksi sosial. Adanya keteraturan sosial itulah yang membawa
kenikmatan dalam berhubungan dengan lingkungannya. Keteraturan
sosial untuk manusia tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi memerlukan
pertumbuhan dan perkembangan yang cukup lama. Hanya dengan hidup
teratur maka proses sosial akan berjalan wajar. Contoh keteraturan sosial
tersebut, misalnya sejak kecil kehidupan manusia sehari-hari memerlukan
keteraturan seperti tidur teratur, mandi teratur, makan teratur, duduk
teratur, bicara teratur, dan sebagainya.
67
Selanjutnya setelah terjadi proses sosial, nilai-nilai yang selalu dibawa
itu mulai tertanam dan melembaga dalam proses sosial tadi. Kalau diterima
masyarakat maka nilai-nilai itu akan berubah statusnya menjadi
”nilai-nilai sosial” yang selanjutnya dijadikan pedoman dan ditaati oleh
para anggota warga masyarakat.
Kalau sikap dan perasaan mengenai nilai-nilai sosial itu sudah menumbuhkan
satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan maka nilai itu
sudah menjadi ”sistem nilai sosial”. Oleh sebab itu, seseorang dapat pula
mengembangkan sendiri sikap dan perasaan di luar lingkup sistem nilai-
nilai sosial pada sesuatu yang dianggap baik, yang disukai atau tidak
disukai berdasar pandangan dan selera pribadi masing-masing. Nilai
yang ditentukan oleh selera pribadi masing-masing itu disebut nilai
individual. Nilai individual bersifat subjektif dan mempunyai ruang yang
terbatas. Pada prinsipnya nilai individual dapat menolong seseorang
dalam membuat keputusan-keputusan secara individual. Kadang-kadang
nilai individual itu bertentangan atau menyimpang dengan nilai sosial
yang memiliki sifat lebih objektif, namun di pihak lain antara nilai-nilai
tersebut saling menyesuaikan. Keteraturan-keteraturan dalam kehidupan
dituntut adanya tertib sosial, dan keajegan atau kemampuan pola-pola
tingkah laku dari seluruh masyarakat yang berinteraksi.
Selain nilai maka supaya terjadi tertib sosial perlu diciptakan norma-
norma di dalam masyarakat. Pada mulanya norma itu terbentuk
secara tidak sengaja, tetapi lama-kelamaan norma-norma itu dibuat
secara sadar. Contoh pada zaman dahulu jual beli lewat seorang perantara
tidak wajib diberi keuntungan. Akan tetapi lama kelamaan menjadi
kebiasaan bahwa perantara atau yang dikenal dengan peraturan makelar
harus memperoleh bagian sebagai balas jasa. Di dalam masyarakat norma-
norma yang ada memiliki kekuatan-kekuatan mengikat yang berbeda-
beda, akan tetapi norma-norma itu mempunyai sanksi, apabila terjadi
pelanggaran norma.
Di masyarakat, dengan adanya norma-norma itu bermanfaat
untuk mendukung dan menopang nilai-nilai dan pola kehidupan yang
berlaku di masyarakat. Artinya untuk mendukung tercapainya nilai-nilai
dan pola kehidupan yang dianut diperlukan aturan-aturan berlaku yang
disebut norma yang dilengkapi sanksi-sanksi.
Di samping norma-norma sebagai aturan-aturan untuk berperilaku,
tujuan dengan adanya norma dalam masyarakat itu, yaitu untuk
memelihara ketertiban dan perdamaian di antara orang-orang yang
memiliki kepentingan yang berbeda beda sehingga satu dengan yang lain akan
saling hormat-menghormati pada kepentingan masing-masing. Dengan
adanya norma di masyarakat maka manusia sebagai individu maupun
sebagai anggota masyarakat, tidak dapat bertindak bebas sesuka hatinya.
68
K ata Kunci
Selain keteraturan atau tertib sosial, setiap individu dalam
melaksanakan aktivitas sosialnya selalu berdasar serta berpedoman
pada nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Nilai-
nilai dan norma-norma itu akan mempengaruhi tindakan dan
perilaku manusia baik secara perorangan, kelompok, atau terhadap
masyarakat luas.
Tugas
Tugas Individu
Jelaskan pendapat Anda apa keuntungan hidup bermasyarakat?
Masyarakat Indonesia adalah majemuk, bagaimanakah supaya
terjadi kerukunan dan ketenangan?
Tugas Kelompok
Carilah artikel dari surat kabar yang berisi mengenai berkembangnya
keteraturan sosial. Kemudian pikirkan untuk memecahkan permasalahan
yang ada, yaitu:
1. Tidak berkembangnya keteraturan sosial pada masyarakat
2. Berkembangnya keteraturan sosial pada masyarakat
Diskusikan masalah itu di depan kelas. Kumpulkan hasil
diskusi kepada bapak/ibu guru untuk dinilai!
Sumber : Sosiologi SMA Kelas X
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar