Sabtu, 10 Oktober 2015
Pendekatan, Fungsi, Tujuan, Metode Penelitian, Dan Perspektif Sosiologi
1. Pendekatan Sosiologi
Dilihat dari segi pendekatan sosiologi menurut Drs. Kuswanto ada dua
ciri khas, yaitu bersifat komparatif dan bersifat holistik.
a. Pendekatan Komparatif
Pendekatan komparatif, yaitu pendekatan yang melihat manusia
dengan pandangan yang luas, tidak hanya masyarakat yang terisolasi
atau hanya dalam tradisi sosial tertentu saja. Ciri-ciri pendekatan
komparatif, antara lain:
1) berusaha mengenali persamaan-persamaan dan perbedaan-
perbedaan sampai kepada generalisasi;
2) berusaha memberikan uraian keterangan ilmiah yang dapat diterima;
6
3) membanding-bandingkan antarmasyarakat yang satu dengan
masyarakat yang lain, termasuk tradisi satu dengan tradisi yang
lain dalam seluruh ruang dan waktu; dan
4) memberikan uraian mengenai variasi bentuk-bentuk sosial dan mencatat
asal-usul serta perkembangan manusia dengan adat-istiadatnya,
mencakup dimensi waktu.
b. Pendekatan Holistik
Pendekatan holistik, yaitu suatu pendekatan berdasar pendapat
bahwa masyarakat itu dapat diselidiki sebagai keseluruhan, sebagai
unit-unit yang bersifat fungsional, atau sebagai sistem-sistem tertentu.
Sosiologi mencoba mencakup keseluruhan ruang lingkup dari segala
sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan sampai kepada
generalisasi-generalisasi.
Secara khusus pendekatan holistik dalam sosiologi memiliki dua
aspek primer sebagai berikut.
1) Mencoba meninjau kebudayaan manusia sebagai jaringan tunggal
yang saling berkaitan, sebagai kesatuan yang teratur, dan sebagai
keseluruhan yang berfungsi. Di dalamnya semua bagian saling
berhubungan sebagai komponen suatu sistem. Suatu kejadian yang
terjadi pada komponen yang satu akan memiliki pengaruh pada struktur
dan kerja secara keseluruhan.
2) Mempelajari ciri-ciri biologis dan ciri-ciri sosial budaya dari spesies-
spesies. Evolusi fisik manusia dan evolusi budaya tidak dipandang
tanpa berkait-kaitan untuk mendapatkan pemahaman yang tepat.
2. Fungsi dan Tujuan Mempelajari Sosiologi
Ada empat fungsi mempelajari sosiologi, yaitu sebagai berikut.
a. Dengan mempelajari sosiologi, kita akan dapat melihat dengan lebih
jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi atau sebagai anggota
kelompok atau masyarakat.
b. Sosiologi menolong kita untuk mampu mengkaji tempat kita di
masyarakat, serta dapat melihat budaya lain yang belum kita ketahui.
c. Dengan pertolongan sosiologi, kita akan semakin memahami pula norma,
tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain, dan
memahami perbedaan-perbedaan yang ada tanpa hal itu menjadi alasan
untuk timbulnya konflik di antara anggota masyarakat yang berbeda.
d. Kita sebagai generasi penerus, mempelajari sosiologi membuat kita lebih
tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala-gejala sosial masyarakat
yang makin kompleks dewasa ini, serta mampu mengambil sikap dan
tindakan yang tepat dan akurat pada setiap situasi sosial yang kita
hadapi sehari-hari.
7
Tujuan peserta didik mempelajari sosiologi, yaitu sebagai berikut.
a. Memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok
sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial, konflik, dan
integrasi sosial.
b. Memahami bermacam-macam peran sosial dalam kehidupan masyarakat.
c. Menumbuhkan sikap, kesadaran, dan kepedulian sosial dalam
kehidupan bermasyarakat.
3. Metode Penelitian Sosiologi
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat
dua jenis metode atau teknik yang digunakan dalam sosiologi.
a. Metode Kualitatif
Mengutamakan hasil pengamatan yang sukar diukur dengan
angka-angka atau ukuran-ukuran yang matematis, walaupun kejadian-
kejadian itu nyata ada di masyarakat.
Yang termasuk metode kualitatif sebagai berikut
1) Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan
bermacam-macam masyarakat dan bidang-bidangnya untuk
memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang
perilaku masyarakat pertanian Indonesia pada masa lalu dan masa
yang akan datang.
2) Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis
peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-
prinsip umum (secara makro).
3) Metode studi kasus, yaitu metode pengamatan mengenai suatu
keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga
atau individu-individu. Alat-alat yang digunakan dalam
studi kasus adalah:
a) wawancara (interview),
b) daftar pertanyaan (questionnaire), dan
c) participant observer technique, di mana pengamat ikut dalam
kehidupan masyarakat yang diamati.
b. Metode Kuantitatif
Mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka
sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan
skala, indeks, tabel, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah
metode statistik di mana gejala-gejala masyarakat dianalisis.
8
Di samping metode-metode di atas, masih ada beberapa metode lain
sebagai berikut.
a. Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengedepankan keadaan-
keadaan nyata di dalam masyarakat.
b. Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengedepankan penalaran dan
logika akal sehat untuk mencapai pengertian mengenai masalah
kemasyarakatan.
c. Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku
umum untuk menarik kesimpulan yang khusus.
d. Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus
untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.
e. Metode fungsional, yaitu metode yang digunakan untuk menilai
kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial
masyarakat.
4. Perspektif Sosiologi dan Hubungan Sosiologi Dengan Ilmu Lain
Untuk mempelajari sesuatu di masyarakat sebaiknya dimulai dengan
membuat anggapan mengenai sifat-sifat objek yang akan dipelajari. Asumsi ini
disebut perspektif atau paradigma, yaitu suatu cara memandang atau cara
memahami gejala tertentu menurut keyakinan kita. Di dalam sosiologi
terdapat beberapa perspektif, yaitu sebagai berikut.
a. Perspektif Interaksionis
Memusatkan perhatian pada interaksi antara individu dengan
kelompok, terutama dengan menggunakan simbol-simbol, antara lain
tanda, isyarat, dan kata-kata baik lisan atau tulisan.
b. Perspektif Evolusionis
Paradigma utama dalam sosiologi yang memusatkan perhatian
pada pola perubahan dan perkembangan yang muncul dalam
masyarakat yang berbeda untuk mengetahui urutan umum yang ada.
c. Perspektif Fungsionalis
Melihat masyarakat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja
sama secara terorganisir dan mempunyai seperangkat ketentuan dan nilai
kelompok atau lembaga yang melakukan tugas tertentu secara
terus-menerus sesuai dengan fungsinya yang dianut oleh sebagian
besar anggotanya.
Masyarakat dilihat sebagai sesuatu yang stabil dengan
kecenderungan ke arah keseimbangan, yaitu untuk mempertahankan
sistem kerja yang selaras dan seimbang.
9
d. Perspektif Konflik
Memandang adanya pertentangan antarkelas dan eksploitasi kelas
di dalam masyarakat sebagai penggerak utama kekuatan-kekuatan
dalam sejarah.
Masyarakat terikat sebab ada kekuatan dari kelompok kelas yang
dominan. Kelompok ini menciptakan suatu konsensus untuk
melaksanakan nilai-nilai dan peraturan di masyarakat.
Ilmu pengetahuan terbagi atas dua kelompok besar, yakni kelompok
ilmu-ilmu alam (natural sciences) dan kelompok ilmu-ilmu sosial (social
sciences). Ilmu-ilmu alam secara khusus mempelajari fenomena fisik,
meliputi antara lain fisika, kimia, biologi, astronomi, dan geologi.
Sedangkan ilmu-ilmu sosial mempelajari fenomena nonfisik, yakni segala
sesuatu yang berhubungan dengan perilaku manusia.
Karena fenomena nonfisik itu sangat luas maka ruang lingkup ilmu-
ilmu sosial pun sangat luas, meliputi psikologi (ilmu mengenai perilaku
manusia individu), sosiologi (ilmu mengenai perilaku kelompok), politik (ilmu
mengenai pengendalian pemerintahan dan administrasi negara), ekonomi
(ilmu mengenai produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa), dan
antropologi (ilmu mengenai manusia, kebudayaan, bahasa, evolusi, dan sebagainya).
Disiplin ilmu politik, antropologi budaya, antropologi sosial, dan
psikologi sosial, mempunyai banyak persamaan dalam konsep. Semua
adalah ilmu penunjang untuk Sosiologi. Begitu juga halnya dengan
Geografi Sosial (ilmu mengenai peran manusia dalam bermacam-macam proses seperti
pertumbuhan, penurunan, dan mobilitas penduduk), dan Sejarah (catatan
dan penjelasan mengenai peristiwa-peristiwa masa lampau yang berkaitan
dengan manusia).
ILMU PENGETAHUAN
Ilmu Alam
(Natural Sciences)
•
•
•
•
•
Fisika
Kimia
Biologi
Astronomi
dan lain-lain
Ilmu Sosial
(Social Sciences)
•
•
•
•
•
Sosiologi
Psikologi
Politik
Ekonomi
dan lain-lain
Gambar 1.1
Letak sosiologi dalam bagan ilmu pengetahuan.
(Sumber: Drs. Haryanto, 2005)
10
K ata Kunci
Dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya (geografi, sejarah,
ekonomi, hukum), sosiologi adalah ilmu-ilmu sosial yang paling
luas dasar-dasarnya. Sosiologi, adalah sifat-sifat atau ciri-ciri
yang timbul dari kehidupan masyarakat dan relasi sosial yang
dilembagakan.
Tugas
Gunakan buku-buku acuan Sosiologi di perpustakaan dan kerjakan
tugas-tugas berikut ini!
1. Sebutkan tujuan dan fungsi Sosiologi dipelajari!
2. Jelaskan pendekatan dan metode penelitian Sosiologi!
Diskusikan di depan kelas dan kumpulkan hasil diskusi kepada
bapak/ibu guru untuk dinilai!
Sumber : Sosiologi SMA Kelas X
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar