Sabtu, 10 Oktober 2015
Pengertian, Ciri, dan Sebab Perilaku Menyimpang
Setiap hari media massa baik dari koran, majalah, radio, TV menyiarkan
berbagai macam berita. Berita itu misalnya bermacam-macam macam aktivitas
manusia sebagai penyimpangan pada nilai norma dan pranata sosial yang
berlaku. Contoh: penganiayaan, pembunuhan, perampokan, penodongan,
penggendaman (sihir), pencurian, dan lain-lainnya. Berita itu muncul
setiap hari sehingga dapat menimbulkan kegelisahan masyarakat.
1. Pengertian Perilaku Menyimpang
Beberapa ahli sosiologi memberikan definisi perilaku menyimpang
(penyimpangan sosial) sebagai berikut.
a. Bruce J. Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil
menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau
kelompok tertentu dalam masyarakat.
b. James Vander Zander
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal
tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
c
Robert M.Z. Lawang
Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari
norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan
usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki
perilaku itu.
Dari definisi-definisi di atas, pengertian perilaku menyimpang dapat
disederhanakan setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma
yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti ini terjadi disebabkan
seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan di
masyarakat.
2. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang dan Sikap-sikap Antisosial
Penyimpangan sosial mempunyai 6 ciri sebagai berikut.
a. Penyimpangan Harus Dapat Didefinisikan
Perilaku menyimpang bukanlah semata-mata ciri tindakan yang
dilakukan orang, melainkan akibat dari adanya peraturan dan
penerapan sanksi yang dilakukan orang lain pada perilaku
tersebut.
104
b. Penyimpangan Bisa Diterima Bisa Juga Ditolak
Perilaku menyimpang tidak selalu adalah hal yang negatif.
Ada beberapa penyimpangan yang diterima bahkan dipuji dan dihormati,
seperti orang jenius yang mengemukakan pendapat baru yang kadang-
kadang bertentangan dengan pendapat umum.
c. Penyimpangan Relatif dan Penyimpangan Mutlak
Umumnya pada masyarakat modern, tidak ada seorang pun yang
masuk kategori sepenuhnya penurut (konformis) ataupun sepenuhnya
penyimpang.
Secara umum, penyimpangan yang dilakukan tiap orang cenderung
relatif. Bahkan orang yang tadinya penyimpang absolut lambat laun
harus berkompromi dengan lingkungannya dan akhirnya tidak
menyimpang.
d. Penyimpangan Terhadap Budaya Nyata Ataukah Budaya Ideal
Budaya ideal di sini adalah segenap peraturan hukum yang berlaku
dalam suatu kelompok masyarakat, tetapi dalam kenyataannya tidak
ada seorang pun yang patuh pada segenap peraturan hukum yang
berlaku. Akibatnya antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu
terjadi kesenjangan.
e. Terdapat Norma-norma Penghindaran Dalam Penyimpangan
Pada suatu masyarakat terdapat nilai atau norma yang melarang suatu
perbuatan yang ingin sekali diperbuat oleh banyak orang maka akan
muncul "norma-norma penghindaran". Norma penghindaran adalah pola
perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi harapan mereka,
tanpa wajib menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
f. Penyimpangan Sosial Bersifat Adaptif (Menyesuaikan)
Penyimpangan sosial tidak selalu menjadi ancaman sebab kadang-
kadang dapat dianggap sebagai perangkat pemelihara stabilitas sosial. Di satu
pihak, masyarakat memerlukan keteraturan dan kepastian dalam
kehidupan. Kita wajib mengetahui, sampai batas tertentu, perilaku apa
yang kita harapkan dari orang lain, anggotanya. Di lain pihak, perilaku
menyimpang adalah salah satu cara untuk menyesuaikan
kebudayaan dengan perubahan sosial.
105
3. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
dari Sudut Pandang Biologi
Perilaku menyimpang seseorang bisa menjadi awal dari terbentuknya
suatu norma baru. Jika semakin banyak orang ikut menerapkan perilaku
menyimpang itu, dan kelompok terorganisasi ikut menunjang dan
membenarkan penyimpangan itu maka perbuatan itu tidak lagi
dilihat sebagai perilaku menyimpang, tetapi justru sebagai norma
baru. Pada masyarakat modern dewasa ini, banyak kita temukan para
wanita yang bekerja di luar rumah dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
yang dilakukan pria.
Dari sudut pandang biologis bahwa penyimpangan sosial berhubungan
dengan faktor-faktor biologis, seperti tipe sel-sel tubuh. Sejumlah ilmuwan
seperti Lombroso, Kretschmer, Hooton, Von Hentig, dan Sheldon
melakukan bermacam-macam studi yang menyatakan bahwa orang yang mempunyai
tipe tubuh tertentu lebih cenderung melaksanakan perbuatan menyimpang.
a. Kriminolog Italia Cesare Lombroso berpendapat bahwa orang jahat
dicirikan dengan ukuran rahang dan tulang-tulang pipi panjang,
kelainan pada mata yang khas, tangan-tangan, jari-jari kaki serta
tangan relatif besar, dan susunan gigi yang abnormal.
b. Sheldon mengidentifikasikan tipe tubuh menjadi tiga tipe dasar, yaitu
endomorph (bundar, halus, dan gemuk), mesomorph (berotot dan atletis),
ectomorph (tipis dan kurus) memiliki kecenderungan sifat-sifat
kepribadian dan kepribadiannya masing-masing. Misalnya, para
penjahat biasanya mempunyai tipe tubuh mesomorph.
Para ahli ilmu sosial meragukan kebenaran teori mengenai tipe tubuh
tersebut. Meskipun ditunjang oleh bermacam-macam bukti empiris, para kritikus
menemukan sejumlah kesalahan metode penelitian sehingga menimbulkan
keraguan pada kebenaran teori itu.
4. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
dari Sudut Pandang Psikologi
Teori ini berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan
kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku menyimpang
karena perilaku menyimpang sering kali dianggap sebagai suatu gejala
penyakit mental. Perilaku menyimpang juga sering kali dikaitkan dengan
penyakit mental, namum demikian teori psikologis tidak dapat memberikan
banyak pertolongan untuk menjelaskan penyebab perilaku menyimpang
seseorang.
Ilmuwan yang terkenal di bidang ini adalah Sigmund Freud. Dia
membagi diri manusia menjadi tiga bagian penting sebagai berikut.
106
a. Id, yaitu bagian diri yang bersifat tidak sadar, naluriah, dan impulsif
(mudah terpengaruh oleh gerak hati).
b. Ego, yaitu bagian diri yang bersifat sadar dan rasional (penjaga pintu
kepribadian).
c. Superego, yaitu bagian diri yang sudah menyerap nilai-nilai kultural dan
berfungsi sebagai suara hati.
Menurut Freud perilaku menyimpang terjadi apabila id yang berlebihan
(tidak terkontrol) muncul bersamaan dengan superego yang tidak aktif,
sementara dalam waktu yang sama ego yang seharusnya dominan tidak
berhasil memberikan perimbangan.
5. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
dari Sudut Pandang Sosiologi
Dari sudut pandang sosiologi terjadinya perilaku menyimpang
disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
a. Perilaku Menyimpang Karena Sosialisasi
Teori ini menekankan bahwa perilaku sosial, baik yang bersifat
menyimpang atau yang tidak menyimpang berkaitan dengan norma
dan nilai-nilai yang diserapnya. Perilaku menyimpang disebabkan oleh
adanya gangguan pada proses penyerapan dan pengalaman nilai-nilai
tersebut dalam perilaku seseorang.
Teori sosialisasi didasarkan pada pandangan bahwa dalam sebuah
masyarakat ada norma inti dan nilai-nilai tertentu yang disepakati oleh
seluruh anggota masyarakat.
Seseorang biasanya menyerap nilai-nilai dan norma-norma dari
beberapa orang yang cocok dengan dirinya saja. Akibatnya, jika ia
banyak menyerap nilai-nilai atau norma yang tidak berlaku secara
umum, dia akan cenderung berperilaku menyimpang. Lebih-lebih kalau
sebagian besar teman-teman di sekelilingnya adalah orang yang
memiliki perilaku menyimpang, kemungkinan besar orang itu juga
akan cenderung menyimpang pula.
b. Perilaku Menyimpang Karena Anomie
Achmadi mengacu pendapat Emile Durkheim berpendapat bahwa
anomie adalah suatu situasi tanpa norma dan tanpa arah sehingga tidak
tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan-
kenyataan sosial yang ada di lapangan.
Konsep itu digunakan untuk menggambarkan suatu masyarakat
yang mempunyai banyak norma dan nilai, tetapi antara norma dan nilai
yang satu dengan yang lainnya saling bertentangan.
107
Akibatnya, timbul keadaan tidak adanya seperangkat nilai atau
norma yang dapat dipatuhi secara konsisten oleh masyarakat.
Robert K. Merton menganggap anomie disebabkan sebab adanya
ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang
dipakai untuk mencapai tujuan itu. Perilaku menyimpang akan
bertambah luas jika banyak orang yang semula menempuh cara-cara
pencapaian tujuan dengan cara yang wajar beralih ke cara-cara yang
menyimpang. Teori ini sangat cocok untuk menganalisis banyak
perilaku menyimpang di negara berkembang, misalnya, perilaku KKN.
Ada lima cara pencapaian tujuan mulai dari yang wajar maupun
menyimpang sebagai berikut.
1) Konformitas, yaitu sikap yang menerima tujuan budaya yang
konvensional dengan cara yang juga konvensional, atau yang
selama ini biasa dilakukan.
Contoh: Seseorang yang ingin kaya dengan cara yang wajar dan
diterima umum, yaitu bekerja keras, halal, dan tidak
bertentangan dengan hukum.
2) Inovasi, yaitu sikap seseorang dalam menerima secara kritis cara-
cara pencapaian tujuan yang cocok dengan nilai-nilai budaya
dengan cara baru yang belum biasa dilakukan. Dalam inovasi
upaya pencapaian tujuan dilakukan dengan cara yang tidak
konvensional termasuk cara-cara yang terlarang dan kriminal.
Contoh: Seorang otodidak komputer berhasil menembus sistem
komputer suatu bank. Dia menjadi kaya dengan cara baru
dan kreatif, namun melanggar hukum.
3) Ritualisme, yaitu sikap seseorang menerima cara-cara yang
diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara tertentu, namun
menolak tujuan-tujuan kebudayaannya.
Dalam ritualisme, seseorang mempertahankan cara yang sudah
konvensional, namun tujuan yang sebenarnya sebagian besar telah
dilupakan. Ritus (upacara) tetap dilakukan, tetapi fungsi dan
maknanya sudah hilang.
Contoh: Pengemudi menaati lampu lalu lintas sebab takut
ditilang, bukan demi keselamatan diri dan pengemudi
lain.
4) Pengasingan, yaitu sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan
atau cara-cara mencapai tujuan yang sudah menjadi bagian
kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya.
Contoh: Seorang karyawan mengundurkan diri dari perusahaan
karena konflik kepentingan pribadi dan kepentingan
perusahaan.
108
5) Pemberontakan, yaitu sikap seseorang menolak fasilitas dan tujuan-
tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan
dengan cara baru.
Contoh: Kaum revolusioner yang memperjuangkan suatu ideologi
dengan gigih melalui perlawanan bersenjata.
6. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
dari Sudut Pandang Kriminologi
Perilaku menyimpang dari sudut pandang kriminologi ada 2 macam,
yaitu:
a. Teori Pengendalian
Pengendalian dari dalam berupa norma yang dihayati dan nilai
yang dipelajari seseorang. Pengendalian dari luar berupaya imbalan sosial
terhadap konformitas dan sanksi hukuman pada penyimpangan.
Dalam masyarakat konvensional, ada empat hal yang mengikat
individu pada norma masyarakatnya.
1) Kepercayaan, mengacu pada norma yang dihayati.
2) Ketanggapan, yakni sikap tanggap seseorang pada pendapat orang
lain.
3) Keterikatan (komitmen), berhubungan dengan berapa banyak
imbalan yang diterima seseorang atas perilakunya yang konformis.
4) Keterlibatan, mengacu pada kegiatan seseorang dalam berbagai
lembaga masyarakat seperti sekolah dan organisasi-organisasi
masyarakat.
b. Teori Konflik
Dalam teori ini terdapat dua macam konflik sebagai berikut.
1) Konflik budaya, terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat
sejumlah kebudayaan khusus yang masing-masing cenderung
tertutup sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya
kesepakatan nilai. Masing-masing kelompok menjadikan norma
budayanya sebagai peraturan resmi. Orang-orang yang menganut
budaya berbeda dianggap sebagai penyimpangan.
2) Konflik kelas sosial, terjadi akibat suatu kelompok menciptakan
peraturan sendiri untuk melindungi kepentingannya.
Mereka yang menentang hak-hak istimewa kelas atas dianggap
mempunyai perilaku menyimpang sehingga dicap sebagai penjahat.
109
K ata Kunci
Perilaku menyimpang adalah awal dari penyesuaian di masa
yang akan datang. Tanpa suatu perilaku menyimpang, penyesuaian
budaya pada perubahan kebutuhan dan keadaan akan menjadi
sulit. Oleh sebab itu, masyarakat yang mengalami perubahan
memerlukan perilaku menyimpang jika ingin berfungsi secara efisien.
Tugas
Datanglah ke perpustakaan mencari buku-buku Sosiologi sebagai
acuan untuk menguatkan konsep perilaku menyimpang.
1. Sebutkan definisi yang dikemukakan beberapa ahli mengenai perilaku
menyimpang. Buatlah definisi menggunakan bahasamu sendiri!
2. Jelaskan bahwa penyimpangan dapat ditinjau dari beberapa
sudut pandang!
3. Sebutkan ciri-ciri penyimpangan sosial!
Diskusikan di depan kelas.
Sumber : Sosiologi SMA Kelas X
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar