Sabtu, 10 Oktober 2015
Jenis Dan Bentuk Perilaku Menyimpang Dan Sikap Antisosial
1. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
a. Penyimpangan Primer dan Sekunder
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki pola-pola perilaku
tertentu. Ada kalanya manusia berperilaku sesuai dengan kehendak
umum, tetapi di lain waktu bertindak menentang atau tidak sesuai dengan
kehendak umum. Oleh sebab itu, dikenal dua jenis penyimpangan
sosial, yaitu penyimpangan sosial primer dan penyimpangan sosial
sekunder.
1) Penyimpangan Sosial Primer
Penyimpangan sosial primer adalah penyimpangan yang bersifat
sementara (temporer). Orang yang melaksanakan penyimpangan
110
primer masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya karena
tidak secara terus-menerus melanggar norma-norma umum.
Contoh: Pelanggaran pada rambu-rambu lalu lintas.
2) Penyimpangan Sosial Sekunder
Penyimpangan sosial sekunder adalah penyimpangan sosial
yang dilakukan secara terus-menerus, walaupun sanksi telah
diberikan padanya sehingga para pelaku biasanya dikenal
sebagai orang yang berperilaku menyimpang.
Contoh: Seseorang yang peminum dan pemabuk minuman keras
di mana pun dia berada akan dibenci orang.
b. Penyimpangan Individu dan Kelompok
Berdasarkan jumlah individu yang terlibat dalam perilaku
menyimpang maka penyimpangan sosial menurut Drs. Kuswanto
dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.
1) Penyimpangan Individu
Penyimpangan dilakukan sendiri tanpa ada campur tangan
orang lain. Hanya satu individu yang melaksanakan sesuatu yang
bertentangan dengan norma-norma umum yang berlaku. Perilaku
seperti ini secara nyata menolak norma-norma yang sudah diterima
biasanya dan berlaku dalam waktu yang relatif lama.
2) Penyimpangan Kelompok
Penyimpangan kelompok terjadi apabila perilaku menyimpang
dilakukan bersama-sama dalam kelompok tertentu.
Perilaku menyimpang kelompok ini agak rumit sebab kelompok-
kelompok itu memiliki nilai-nilai, norma-norma, sikap, dan
tradisi sendiri. Fanatisme anggota pada kelompoknya dapat
menyebabkan mereka merasa tidak melaksanakan perilaku menyimpang.
Penyimpangan kelompok lebih berbahaya bila dibandingkan dengan
penyimpangan individu.
Contoh:
* Kelompok (geng) kejahatan terorganisir yang melakukan
penyelundupan dan perampokan.
* Kelompok pengacau keamanan dengan tujuan-tujuan tertentu
(teroris).
* Kelompok yang ingin memisahkan diri dari suatu negara (separatis).
2. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
Bentuk perilaku menyimpang itu antara lain penyalahgunaan narkotika,
perkelahian pelajar, perilaku seksual di luar nikah, dan sebagainya.
111
a. Penyalahgunaan Narkotika
Sebelum menguraikan bahaya sebagai akibat penyalahgunaan
narkotika, untuk jelasnya kita awali dengan meninjau khasiat narkotika
dari segi medis. Narkotika itu khasiat utama sebagai analgetika, yaitu
mengurangi rasa sakit dan penenang yang hanya digunakan di rumah sakit
dan untuk orang yang menderita sakit yang sudah tidak tahan lagi.
Misalnya sakit kanker atau diberikan kepada orang-orang yang
akan mengalami operasi. Di samping khasiat utama seperti yang
tersebut di atas narkotika juga menimbulkan efek yang disebut halusinasi
(khayalan), impian yang indah-indah atau rasa nyaman. Dengan timbulnya
efek halusinasi inilah yang menyebabkan sekelompok masyarakat
terutama di kalangan remaja ingin menggunakan narkotika, meskipun
tidak menderita sakit apa-apa. Hal inilah yang berakibat terjadi
penyalahgunaan obat (narkotika). Bahaya-bahaya yang bila menggunakan
narkotika yang tidak sesuai dengan peraturan, yang timbul adalah
adanya ”addiksi” = ketergantungan obat (ketagihan).
Addiksi adalah suatu keracunan obat yang bersifat kronik atau periodik
sehingga kehilangan kontrol pada dirinya dan menimbulkan
kerugian pada dirinya sendiri atau masyarakat.
Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan narkotika,
pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal, lama kelamaan
penggunaan obat menjadi kebiasaan (habituasi), setelah biasa
menggunakan lalu untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan
dosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini akhirnya
menjadi dependensi (ketergantungan), merasa tidak dapat hidup tanpa
narkotika.
Adapun gejala-gejala diri korban ketergantungan obat narkotika
menurut Kuswanto menunjukkan hal-hal sebagai berikut.
1) Tingkah laku yang tidak dapat diterima oleh masyarakat yang ada
di sekelilingnya, bertindak semaunya sendiri, indisipliner, sering
berdusta, membolos sekolah, terlambat bangun pagi, ingin selalu ke
luar rumah, menghabis-habiskan makanan di rumah tanpa mengingat
anggota keluarga yang lain.
2) Pada proses yang lebih tinggi, kenakalan meningkat sampai mau
mengambil barang berharga (mencuri).
3) Pada takaran yang tinggi penderita merasa dirinya paling tinggi, paling
hebat, merasa kuat dan sanggup melaksanakan apa saja.
4) Pada saat efek mulai menurun penderita sangat gelisah, merasa
diancam, dikejar-kejar ingin menyakiti dirinya sendiri sampai
bunuh diri atau membunuh orang lain.
Reaksi demikian inilah yang dinamakan ketergantungan obat, yang
dapat merugikan dirinya sendiri atau masyarakat.
112
Jenis-jenis narkotika yang sering digunakan sebagai berikut.
1) Candu (Opium)
Berasal dari tumbuh-tumbuhan Papaver somni ferum termasuk
golongan semak tingginya 70-110 cm. Bunganya berwarna merah,
ungu, dan putih. Buahnya berbentuk seperti pemukul gong, di
sinilah disadap getahnya sebagai penghasil candu. Negara
penghasil: Rusia Selatan, India, Meksiko, Iran, Cina, Turki, dan
Afrika Selatan.
2) Morfin
Morfin adalah zat yang diperoleh dari candu ditemukan
tahun 1805 oleh ahli farmasi Jerman yang bernama Seturnur.
Umumnya warnanya putih berwujud bubukan, pahit rasanya.
Dengan bahan baku morfin melalui proses kimia dapat menghasilkan
zat pembius, menenangkan sistem urat saraf. Jenis lainnya, yaitu
heroin dan kokain.
3) Alkohol
Mempunyai sifat menimbulkan gangguan pada susunan saraf.
Alkohol pada minuman keras contohnya Jenever dan Brendi.
Apabila diminum mula-mula menjadikan riang gembira, banyak
berbicara (Euphorie), kesadarannya merendah, keseimbangan badan
terganggu, dan mabuk.
Akibat pemakaian alkohol yang berlebihan dapat terjadi
kelumpuhan sebab radang saraf.
4) Kokain
Diperoleh dari tumbuh-tumbuhan Eryth roxylon coca, termasuk
golongan semak tingginya mencapai 2 m. Daunnya mengandung
zat pembius. Serbuk kokain warnanya putih rasanya pahit, banyak
dipakai dalam lingkungan pembedahan atau operasi.
5) Ganja (Mariyuana)
Ganja diperoleh dari tanaman bernama Canabis Sativa.
Tumbuhan ini termasuk golongan semak, cocok di daerah tropis
dan subtropis. Yang diambil adalah daunnya, diiris-iris dan
dikeringkan seperti tembakau.
6) Kofein
Kopi mengandung zat kofein yang mempengaruhi susunan
saraf dan jantung, menyebabkan orang sulit tidur. Orang yang
biasanya minum kopi, dapat ketagihan, badan merasa lemas dan
kepala pusing.
7) LSD = Lysergic Acid Diethylamide
Diketemukan Dr. Albert Hoffman dari Jerman. Bila LSD dimakan
menyebabkan halusinasi, bayangan denganmacam -macam khayalan.
113
8) Tembakau
Mengandung racun nikotin yang keras, untungnya nikotin
banyak yang lenyap pada waktu tembakau terbakar oleh rokok.
Nikotin merangsang susunan urat saraf dapat menimbulkan
ketagihan. Tir adalah zat yang terkandung dalam tembakau
yang dapat menimbulkan penyakit kanker paru-paru.
Mengapa para remaja wajib diselamatkan dari bahaya narkotika?
Orang tua tidak selamanya kuat dan tetap hidup. Orang tua itu bila
sudah umur 55 tahun ke atas, tenaganya tidak kuat lagi untuk bekerja.
Umur 55 tahun untuk pegawai negeri sudah mulai pensiun dan harus
diganti dengan angkatan muda.
Tenaga pengganti haruslah orang yang lebih cakap, lebih pintar,
lebih baik, agar masa depan bangsa semakin baik, dan lebih maju. Oleh
sebab itu, remaja wajib diselamatkan sebab ditangannyalah terletak nasib
bangsa dan negara. Karena itu para remaja haruslah mempersiapkan
diri menjadi orang besar berjiwa besar, ulet, dan tangguh menghadapi
kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasinya.
b. Perkelahian Pelajar
Perkelahian antarpelajar dapat merusak dan memperlemah
persatuan dan kesatuan para pelajar di samping merusak nilai-nilai
sosial. Peranan organisasi pelajar seperti OSIS, Palang Merah Remaja,
Pramuka, dan lain-lain sangat penting di dalam pembentukan sikap
dan tingkah laku para pelajar. Melalui organisasi-organisasi pelajar kita
kembangkan kreativitas dan efektivitas kaum pelajar. Apabila terjadi
masalah, selesaikan dengan musyawarah. Kita selesaikan menurut
jalur musyawarah atau jalur hukum, jangan menggunakan kekuatan
fisik untuk menyelesaikan.
c. Perilaku Seksual di Luar Nikah
Perilaku seksual di luar nikah terjadi sebagai akibat masuknya
kebudayaan barat. Perilaku seksual di luar nikah sangat bertentangan
dengan nilai-nilai agama atau nilai-nilai sosial pada masyarakat
Indonesia.
Masuknya paham ”Children Of God” sangat bertentangan dengan
nilai-nilai yang ada dalam masyarakat . Karena pada dasarnya Children
Of God (COG) adalah free sex di luar nikah menurut ajaran agama
adalah dosa besar.
114
K ata Kunci
Perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkotika, perkelahian
pelajar, dan perilaku seksual di luar nikah semuanya merupakan
problem sosial menyangkut hal-hal yang berlawanan dengan nilai-
nilai dalam masyarakat. Masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan
penyimpangan itu. Sehubungan dengan problem-problem itu,
kuatkan mental dan iman Anda sebagai pelajar. Carilah teman yang
baik, carilah kegiatan yang bersifat positif, berolahragalah agar jasmani
dan rohani menjadi kuat, pelajarilah dan tingkatkan pengetahuan
agama Anda masing-masing!
Tugas
Aksi sosial menentang perilaku menyimpang!
Bagilah kelas Anda dalam empat kelompok. Diskusikan dan
ambillah sikap pada hal-hal sebagai berikut.
1. Kelompok I, identifikasikan masalah dari salah satu perilaku
penyimpangan sosial yang dekat dengan sekolah Anda!
2. Kelompok II, rumuskan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah
dari identifikasi masalah perilaku penyimpangan sosial yang
dikerjakan kelompok I!
3. Kelompok III, tentukan kebijakan alternatif pemecahan masalah
yang dipilih sesuai rumusan kelompok II!
4. Kelompok IV, tentukan langkah-langkah aksi sosial yang
mungkin dilaksanakan bersama oleh seluruh kelas. Buatlah
jadwal pelaksanaan!
Diskusikan urut masing-masing kelompok I - kelompok IV.
Laporan hasil diskusi serahkan guru untuk dinilai!
Sumber : Sosiologi SMA Kelas X
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar